Menu

Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Januari 2013

BEBERAPA CARA MENDEKATKAN DIRI KPD ALLAH SWT

1. Sholat wajib tepat waktu, selalu berdoa dan berdzikir kepada Allah
Dengan sholat, berdo'a dan dzikir kepada Allah, Inya Allah hati menjadi tenang, damai dan makin dekat dengan-Nya

2. Sholat tahajud
Dengan sholat tahajud Insya Allah cenderung mendapatkan perasaan tenang. Hal ini dimungkinkan karena di tengah kesunyian malam didapatkan kondisi keheningan dan ketenangan suasana,yang tentu saja semua itu hanya dapat terjadi atas izin-Nya. Pada malam hari, diri ini tidak lagi disibukkan dengan urusan pekerjaan ataupun urusan-urusan duniawi lainnya sehingga dapat lebih khusyu saat menghadap kepada-Nya.

3. Mengingat kematian yang dapat datang setiap saat
Kematian sebenarnya sangat dekat, lebih dekat dari urat leher kita. Dan dapat secepat kilat menjemput.

4. Membayangkan tidur di dalam kubur.
Membayangkan tidur dalam kuburan yang sempit , gelap dan sunyi saat kita mati nanti. Semoga amal ibadah kita selama di dunia ini dapat menemani kita di alam kubur nanti.

5. Membayangkan kedahsyatan siksa neraka.
Azab Allah sangat pedih bagi yang tidak menjauhi larangan-Nya dan tidak mengikuti perintah-Nya. Ya Allah jauhkanlah kami dari siksa neraka-Mu, karena kami sangat takut akan siksa neraka-Mu.Ya Allah bimbinglah kami agar dapat memanfaatkan sisa hidup kami untuk selalu dijalan-Mu.……

6. Membayangkan surga-Nya.
Kesenangan duniawi hanya bersifat sementara, sangat singkat dibanding dengan kenikmatan di akhirat yang tidak dibatasi waktu.Semoga kita dapat selalu mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan Insya Allah diizinkan untuk meraih Surga-Nya. Amin…..

7a. Mengikuti tausyiah atau mengikuti pengajian secara rutin seminggu satu kali (minimal), dua kali atau lebih. Insya Allah... dengan mendengar tausyiah atau mengikuti pengajian, akan meningkatkan keimanan karena selalu diingatkan kembali utk selalu dekat kpd Allah SWT. Perlu dicatat, dikarenakan iman bisa turun atau naik, maka harus dijaga agar iman tetap stabil pada keadaan tinggi/ kuat dengan mengikuti tausyiah, pengajian dsb.

7b. Bergaul dengan orang-orang sholeh.
Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa tingkat keimanan kita bisa turun atau naik, untuk itu perlu dijaga agar tingkat keimanan kita tetap tinggi. Berada pada lingkungan kondusif dimana orang-orangnya dekat dengan Allah SWT, Insya Allah juga akan membawa kita untuk makin dekat kepada-Nya.

8. Membaca Al Qur'an dan maknanya (arti dari setiap ayat yang dibaca)
Insya Allah dengan membaca Al Qur'an dan maknanya, akan menjadikan kita makin dekat dengan-Nya.

9. Menambah pengetahuan keislaman dengan berbagai cara, antara lain dengan : membaca buku, membaca di internet (tentang pengetahuan Islam, artikel Islam, tausyiah dsb), melihat video Islami yang dapat meningkatkan keimanan kita.

10. Merasakan kebesaran Allah SWT, atas semua ciptaan-Nya seperti Alam Semesta (jagad raya yang tidak berbatas) beserta semua isinya.

11. Merenung atas semua kejadian alam yang terjadi di sekeliling kita (tsunami, gunung meletus, gempa dsb). Dimana semua itu mungkin berupa ujian keimanan, peringatan, atau teguran bagi kita agar kita selalu ingat kepada-Nya/ mengikuti perintah-Nya. Bukan makin tersesat ke perbuatan maksiat atau perbuatan lain yang dilarang oleh-Nya. Ya Allah kami mohon bimbingan-Mu agar kami dapat selalu introspeksi atas semua kesalahan yang kami perbuat, meninggalkan larangan-Mu dan kembali ke jalan-Mu ya Allah.

12. Mensyukuri begitu besar nikmat yang sudah diberikan oleh Allah SWT 
Jangan selalu melihat ke atas, lihatlah orang lain yang lebih susah. Begitu banyak nikmat yang diberikan oleh-Nya.Saat ini kita masih bisa bernafas, masih bisa makan, bisa minum, masih mempunyai keluarga, masih mempunyai apa yang kita miliki saat ini,masih mempunyai panca indera mata, hidung, telinga dan...masih bisa bernafas (masih diberi kesempatan hidup). Masih pantaskah kita tidak bersyukur dan tidak berterimakasih pada-Nya.

Minggu, 06 Januari 2013

Orang Mukmin Punya Ciri Cinta, Tiada Ruang Untuk Dengki!


Tak Ada Kompromi Buat Dengki 
Oleh: Muhammad Nuh 

“Hindarilah sifat dengki karena ia akan memakan amalan kamu sebagaimana api memakan kayu yang kering.” (HR. Bukhari dan Muslim) 
Betapa indahnya hidup yang Allah anugerahkan buat hamba-hambaNya yang beriman. Karena, tak satu gerak hati dan fisik pun yang berujung sia-sia. Semuanya bermakna. 

Sungguh rugi mereka yang tak mampu memaknai indahnya hidup dalam persaudaraan iman. Ada kebencian dalam hati. Ada permusuhan dalam diri. Dan ada dengki yang tiba-tiba mendominasi. 

Ada pembangkangan di balik dengki
Sekilas, dengki menunjukkan ketidakberesan antara seseorang dengan orang-orang tertentu. Kesan itu sedemikian kuat terutama dari para pelaku dengki. Bahkan mungkin ia pun tak sadar kalau dirinya sedang dengki. Padahal, dengki bukan cuma urusan antar manusia. Melainkan juga dengan Allah swt. 
Inilah yang tidak disadarai para pendengki. Tanpa sadar, orang yang dengki sebenarnya sedang menghujat sebuah kebijakan Yang Maha Bijaksana. Ia tidak puas dengan turunnya nikmat Allah kepada orang tertentu. Seolah ia ingin mengajukan protes kepada Allah swt., “Kenapa mesti dia yang dapat nikmat. Bukan saya!” 

Rasulullah saw. menggambarkan hal itu dalam sebuah hadits. “Sesungguhnya pada nikmat Allah Ta’ala itu terdapat musuh-musuh. Baginda ditanya, “Siapakah musuh-musuh itu, ya Rasulullah?” Baginda menjawab, “Mereka ialah orang-orang yang dengki terhadap orang lain atas anugerah yang diberikan oleh Allah.” 
Jadi, seorang yang sedang dengki sebenarnya bukan sekadar melakukan kesalahan terhadap rekan, saudara, atau siapa pun yang ia kenal. Saat dengki itu mulai berkobar, ia sebenarnya sedang melakukan pembangkangan terhadap kebijakan Allah swt. 

Ada risau yang tak putus bersama dengki

Salah satu kunci bahagia sebuah kehidupan adalah lahirnya ketenangan dalam hati. Ketenangan inilah yang menjadikan aliran darah normal. Jantung tidak memompa secara mendadak. Dari situ, pikiran terasa segar, fisik tak lagi sibuk melawan bermacam penyakit. Dan inilah ciri khas pribadi seorang mukmin. “(yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” [QS. Ar-Ra’d: (13) 28] 

Namun, ketika dengki menelusup ke hati, suasana menjadi lain. Ada hembusan panas yang tiba-tiba mengepung hati. Seorang ulama hadits seperti Abu Laits pernah mengatakan, “Tiada sesuatu yang lebih jahat daripada dengki. Seorang pendengki akan terkena lima bencana sebelum dengkinya berhasil, yaitu risau hati yang tak putus-putus, musibah yang tidak berpahala, tercela yang tidak baik, dan murka Allah swt.” 
Seorang hamba Allah, sebenarnya sudah teramat sibuk dengan urusan pribadinya. Bisa urusan keimanan, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dakwah, keluarga, dan umat. Semua urusan itu silih berganti menguras perhatian dan kesibukannya. Bayangkan, jika urusan pribadi itu ditambah dengan dengki. Terlebih jika dengki yang lahir tidak pada satu orang. Tapi pada beberapa orang. Tentu akan ada beban yang teramat berat buat pikiran dan emosi pendengki. Dan beban itu akan menumpukkan kegelisahan yang tak pernah habis. 

Ada kesia-siaan setelah dengki 

Setiap hamba Allah menginginkan semua amalnya bernilai tinggi. Ada tabungan pahala buat hari pembalasan. Tapi tak semua hamba Allah menyadari kalau suatu saat amalnya berkurang drastis dengan satu sebab. Dan sebab itu adalah kesibukan dengki yang tak pernah usai. 
Rasulullah saw. mengingatkan hal ini dalam haditsnya. “Hindarilah sifat dengki kerana ia akan memakan amalan kamu sebagaimana api memakan kayu yang kering.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Ada kesia-siaan yang didapat dari pendengki. Tanpa sadar, amalnya terus berkurang dan berkurang sejalan dengan kedengkiannya. Pengorbanannya dalam jalan dakwah menjadi tak berarti. Susah payah ibadahnya menjadi tak berpahala. Nau’dzubillah. 

Ada hawa permusuhan dalam dengki 

Ada ciri khusus seorang mukmin dalam interaksinya dengan sesama mukmin. Itulah yang digambarkan Rasulullah saw. dalam sebuah hadits. Beliau saw. bersabda, “Tiada beriman seorang dari kamu sehingga dia mencintai segala sesuatu bagi saudaranya yang dia cintai bagi dirinya.” (HR. Al-Bukhari) 

Kadang, ciri tersebut hilang bersamaan dengan munculnya dengki. Sungguh berbahaya. Ia tak lagi sadar bahwa seorang mukmin punya Ciri Cinta. Kurang dari itu, ia tak lagi pantas menyandang posisi istimewa sebagai orang yang beriman. 

Dengki bukan hanya melepas jalinan cinta antara sesama mukmin. Lebih dari itu.. Dengki memunculkan hawa permusuhan. Ada jarak batin ketika dua hamba Allah yang dijangkiti dengki itu bertemu. Tatapan menjadi penelusuran sebuah kecurigaan. Dan senyum menjadi basa-basi hambar. 

Bahkan, panasnya permusuhan sudah sangat terasa hanya karena nama orang yang didengki disebut orang. Terlebih ketika penyebutan berkenaan dengan keistimewaan atau kemuliaan. Dengki langsung menggiring hati dan pikiran secara optimal mengolah reaksi.. Saat itu, tak ada setitik kebaikan pun terlihat dari kacamata dengki. Semuanya buruk. 

Alangkah indahnya hidup tanpa dengki. Siang menggairahkan fisik untuk giat berkarya. Dan malam menenteramkan hati untuk lelap beristirahat. Sungguh indah nasihat Rasulullah saw. buat generasi penerusnya. “Janganlah kalian saling mendengki, saling menfitnah (untuk suatu persaingan yang tidak sehat), saling membenci, saling memusuhi dan jangan pula saling menelikung transaksi orang lain. Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslimnya yang lain, ia tidak menzhaliminya, tidak mempermalukannya, tidak mendustakannya, dan tidak pula melecehkannya. Takwa tempatnya adalah di sini –seraya Nabi saw. menunjuk ke dadanya tiga kali.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah r.a.) 

Senin, 10 Desember 2012

Subhanallah, 73 Manfaat Dzikir!


Dzikir atau mengucapkan kata-kata pujian yang mengingat kebesaran Allah SWT, adalah amalan istimewa Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Dzikir merupakan media yang membuat kehidupan Nabi dan para sahabat benar-benar hidup.
Ibnu al-Qoyyim Rahimahullah mengatakan bahwa dzikir memiliki tujuh puluh tiga (73) manfaat yaitu:

  1. Mengusir setan dan menjadikannya kecewa.
  2. Membuat Allah ridah.
  3. Menghilangkan rasa sedih, dan gelisah dari hati manusia.
  4. Membahagiakan dan melapangkan hati.
  5. Menguatkan hati dan badan.
  6. Menyinari wajah dan hati.
  7. Membuka lahan rezeki.
  8. Menghiasi orang yang berdzikir dengan pakaian kewibawaan, disenangi dan dicintai manusia.
  9. Melahirkan kecintaan.
  10. Mengangkat manusia ke maqam ihsan.
  11. Melahirkan inabah, ingin kembali kepada Allah.
  12. Orang yang berdzikir dekat dengan Allah.
  13. Pembuka semua pintu ilmu.
  14. Membantu seseorang merasakan kebesaran Allah.
  15. Menjadikan seorang hamba disebut disisi Allah.
  16. Menghidupkan hati.
  17. Menjadi makanan hati dan ruh.
  18. Membersihkan hati dari kotoran.
  19. Membersihkan dosa.
  20. Membuat jiwa dekat dengan Allah.
  21. Menolong hamba saat kesepian.
  22. Suara orang yang berdzikir dikenal di langit tertinggi.
  23. Penyelamat dari azab Allah.
  24. Menghadirkan ketenangan.
  25. Menjaga lidah dari perkataan yang dilarang.
  26. Majlis dzikir adalah majlis malaikat.
  27. Mendapatkan berkah Allah dimana saja.
  28. Tidak akan merugi dan menyesal di hari kiamat.
  29. Berada dibawah naungan Allah dihari kiamat.
  30. Mendapat pemberian yang paling berharga.
  31. Dzikir adalah ibadah yang paling afdhal.
  32. Dzikir adalah bunga dan pohon surga.
  33. Mendapat kebaikan dan anugerah yang tak terhingga.
  34. Tidak akan lalai terhadap diri dan Allah pun tidak melalaikannya.
  35. Dalam dzikir tersimpan kenikmatan surga dunia.
  36. Mendahului seorang hamba dalam segala situasi dan kondisi.
  37. Dzikir adalah cahaya di dunia dan ahirat.
  38. Dzikir sebagai pintu menuju Allah.
  39. Dzikir merupakan sumber kekuatan qalbu dan kemuliaan jiwa.
  40. Dzikir merupakan penyatu hati orang beriman dan pemecah hati musuh Allah.
  41. Mendekatkan kepada ahirat dan menjauhkan dari dunia.
  42. Menjadikan hati selalu terjaga.
  43. Dzikir adalah pohon ma’rifat dan pola hidup orang shalih.
  44. Pahala berdzikir sama dengan berinfak dan berjihad dijalan Allah.
  45. Dzikir adalah pangkal kesyukuran.
  46. Mendekatkan jiwa seorang hamba kepada Allah.
  47. Melembutkan hati.
  48. Menjadi obat hati.
  49. Dzikir sebagai modal dasar untuk mencintai Allah.
  50. Mendatangkan nikmat dan menolak bala.
  51. Allah dan Malaikatnya mengucapkan shalawat kepada pedzikir.
  52. Majlis dzikir adalah taman surga.
  53. Allah membanggakan para pedzikir kepada para malaikat.
  54. Orang yang berdzikir masuk surga dalam keadaan tersenyum.
  55. Dzikir adalah tujuan prioritas dari kewajiban beribadah.
  56. Semua kebaikan ada dalam dzikir.
  57. Melanggengkan dzikir dapat mengganti ibadah tathawwu’.
  58. Dzikir menolong untuk berbuat amal ketaatan.
  59. Menghilangkan rasa berat dan mempermudah yang susah.
  60. Menghilangkan rasa takut dan menimbulkan ketenangan jiwa.
  61. Memberikan kekuatan jasad.
  62. Menolak kefakiran.
  63. Pedzikir merupakan orang yang pertama bertemu dengan Allah.
  64. Pedzikir tidak akan dibangkitkan bersama para pendusta.
  65. Dengan dzikir rumah-rumah surga dibangun, dan kebun-kebun surga ditanami tumbuhan dzikir.
  66. Penghalang antara hamba dan jahannam.
  67. Malaikat memintakan ampun bagi orang yang berdzikir.
  68. Pegunungan dan hamparan bumi bergembira dengan adanya orang yang berdzikir.
  69. Membersihkan sifat munafik.
  70. Memberikan kenikmatan tak tertandingi.
  71. Wajah pedzikir paling cerah didunia dan bersinar di ahirat.
  72. Dzikir menambah saksi bagi seorang hamba di ahirat.
  73. Memalingkan seseorang dari membincangkan kebathilan.
Sungguh luar biasa manfaatnya…. tetapi orang tidak akan yakin dengan manfaat-manfaat diatas kecuali yang telah merasakan dan menikmatinya….. Mari kita coba memulainya dari sekarang.

Jumat, 26 Oktober 2012

Fadhilat Membaca Al Quran di Dalam Rumah




بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاء لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ
”Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit yang ada di dada, dan rahmat bagi orang-orang mukmin.” (QS Yûnus [10]:57).

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلاَ يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إَلاَّ خَسَار
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang zalim selain kerugian.” (QS Al-Isrâ’ [17]:82)

Al-Qur’an menjadi penasihat, penawar hati yang sedang gelisah-gundah gulana, melapangkan dada yang terasa sempit dan menjernihkan fikiran yang sedang kacau. Ia menjadi petunjuk dan rahmat bagi manusia, sedangkan di akhirat kelak, ia akan menjadi syafa’at bagi para pembacanya.

Cahaya Al-Qur’an masuk ke dalam hati hamba yang beriman sehingga memberikan ketenangan dan ketenteraman. Cahaya Al-Qur’an menyinari rumah-rumah mereka.Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an selalu menggema, menyelimuti sekitar rumah. Rasulullah SAW bersabda,”Sinarilah rumah-rumah kamu sekalian dengan bacaan Al-Qur’an.”

Rumah tampak terang benderang menurut pandangan Allah apabila di dalamnya selalu ada ayat-ayat suci Al-Qur’an yang di baca oleh penghuninya. Cahaya ini bukan berasal dari lampu penerangan rumah, tetapi cahaya ini berasal dari setiap huruf, kata, kalimat, dan ayat-ayat yang di baca. Lalu di tela’ah menjadi sinar yang menerangi hati, menjadi cahaya Ilahi, menerawang dalam setiap relung kehidupan.

Ia hadir pada hati yang sempit lalu menjadi lega, hati yang marah menjadi pemaaf, jiwa yang kikir menjadi dermawan, dan sebagainya. Al-Qur’an memiliki keutamaan yang luar biasa, dan karenanya layak jika Al-Qur’an dijadikan sebagai mukjizat terbesar yang diberikan-Nya kepada Nabi Muhammad SAW. Abu Hurairah r.a. menuturkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Keutamaan Al-Qur’an dibandingkan dengan segala perkataan laksana keutamaan Allah Yang Maha Pengasih dibandingkan dengan seluruh makhluk-Nya.”

Dalam sebuah keluarga, seorang ayah berkewajiban mengajarkan Al-Qur’an kepada putra-putrinya. Jika ia tidak mampu, hendaknya dititipkan kepada orang lain untuk diajarkan Al-Qur’an. Allah SWT . menaruh kepedulian yang sangat besar dengan mengampuni dosanya serta memberikan derajat yang mulia kepada para pengajar Al-Qur’an. Anas r.a. menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Barang siapa mengajari anaknya membaca Al-Qur’an dengan melihat (pada kitab Al-Qur’an), maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Dan barang siapa mengajarinya membaca Al-Qur’an dengan hafalan, lalu setiap anak membaca satu ayat, maka Allah mengangkat satu derajat untuk ayahnya sehingga pada akhir Al-Qur’an yang dibaca.”

KEUTAMAAN MEMBACA AL QUR'AN

Pembaca Al-Qur’an akan memperoleh ketenangan dan rahmat Allah.
Dalam satu hadist diceritakan bahwa ada seorang laki-laki membaca surat Al-Kahfi, dan didekatnya ada seekor kuda tertambat dengan tali panjang. Sekonyong-konyong datang awan menyelubungi tempat orang itu, sehingga kuda tersebut berputar-putar ditambatannya lalu lari. Ketika hari telah pagi, orang itu mendatangi Nabi SAW. lalu diceritakannya kepada beliau peristiwa yang dialaminya itu. Sabda Nabi SAW., “Itulah ‘sakinah’ (para malaikat turun membawa ketenangan dan rahmat) bagi pembaca Al-Qur’an.” (Shahih Muslim: 765)

Orang yang membaca Al-Qur’an akan memperoleh perhatian dari Allah.
Dari Abu Hurairah r.a.,katanya dia mendengar Nabi SAW bersabda: “Allah tidak menaruh perhatian terhadap sesuatu, seperti perhatian-Nya terhadap Nabi ketika beliau melagukan Al-Qur’an dengan suaranya yang indah dan keras.” (Shahih Muslim: 764)

Orang yang membaca Al-Qur’an di ibaratkan jeruk yang rasanya manis.
Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Qur’an ialah seperti jeruk manis. Baunya harum dan rasanya manis. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Qur’an ialah seperti kurma, tidak berbau tetapi rasanya manis. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Qur’an ialah seperti kemangi, baunya harum tetapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Qur’an ialah seperti paria, tidak berbau dan rasanya pahit.” (Shahih Muslim: 766)

Mahir membaca Al-Qur’an akan memperoleh kemuliaan di akhirat.
Dari ‘Aisyah r.a.., katanya Rasulullah SAW bersabda: “Orang (mukmin) yang mahir membaca Qur’an, maka kedudukannya di akhirat di temani para malaikat yang mulia. Dan orang yang membaca Qur’an, padahal dia gagap sehingga sulit baginya membaca, maka dia mendapat pahala ganda.” (Shahih Muslim: 767)

Disukai membaca Al-Qur’an di hadapan orang-orang pintar.
Dari Anas r.a., katanya Rasulullah SAW bersabda kepada Ubay bin Ka’ab r.a., sabdanya: “Sesungguhnya Allah menyuruhku supaya membacakan kepadamu: “Lam yakunil ladzina kafaru (Surat Al-Bayyinah).” Tanya Ubay, “Apakah Allah menyebut namaku kepada anda?” Jawab Rasulullah SAW: “Ya, Allah menyebut namamu.” Lalu Ubay menangis karenanya. (Shahih Muslim: 768)

Keutamaan menyimak bacaan Al-Qur’an dan menghayatinya.
Dari ‘Abdullah Ibn Mas’ud r.a., katanya Rasulullah SAW bersabda kepadanya, sabdanya: “Bacakanlah Qur’an kepada-ku!” Jawabku, “Bagaimana pula aku harus membacakan-nya kepada anda, sedangkan Qur’an itu sendiri diturunkan kepada anda.” Sabda beliau, “Aku ingin mendengarkannya dari orang lain.” Karena itu, kubacakan kepada beliau Surat An-Nisā’. Ketika bacaanku sampai kepada ayat: “Fakaifa idza ji’na min kulli ummatin bisyahidin wa ji’na bika haulai syahida.” [Maka bagaimanakah halnya orang kafir nanti, apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai ssaksi atas mereka itu (sebagai umatmu).] (An-Nisā’ :41); Ketika itu aku mengarahkan pandanganku kepada beliau, maka kelihatan olehku air mata-nya mengalir.” (Shahih Muslim: 769)

Keutamaan membaca Al-Qur’an dalam shalat.
Dari ‘Abu Hurairah r.a., katanya Rasulullah SAW bersabda: “Sukakah kamu, bila kamu pulang kerumahmu lantas kamu mendapati tiga ekor unta yang sedang bunting dan gemuk-gemuk?” Jawab kami, “Tentu, ya, Rasulullah!” Sabda beliau,“Membaca tiga ayat dalam shalat lebih bagus nilainya dari ketiga unta bunting itu.” (Shahih Muslim: 770)

Orang yang membaca Al-Qur’an memperoleh Syafa’at di akhirat kelak.
Rasulullah SAW bersabda: “Bacalah Al-Qur’an, karena dia akan datang memberi syafa’at kepada pembacanya pada hari kiamat nanti. Bacalah Zahrawain, yakni surat Al-Baqarah dan ‘Ali ‘Imran, karena keduanya akan datang pada hari kiamat nanti, seperti dua tumpuk awan menanungi pembacanya, atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam formasi hendak membela pembacanya. Bacalah Al-Baqarah, karena dengan membacanya beroleh berkat, dan dengan tidak membacanya beroleh penyesalan, dan pembacanya tidak dapat dikuasai (dikalahkan) oleh tukang-tukang sihir.” (Shahih Muslim: 771)

Keutamaan surat “Al-Fatihah” dan ayat penghabisan surat “Al-Baqarah”.
Dari Ibnu ‘Abbas r.a., katanya: “Pada suatu waktu, ketika Jibril sedang duduk di samping Rasulullah SAW, sekonyong-konyong kedengaran suatu bunyi seperti pintu sedang di bukakan orang. Lalu diangkatnya kepalanya, seraya berkata: “Nah! Inilah pintu langit dibukakan hari ini, dimana tidak pernah dibuka melainkan baru hari ini.” Dari pintu itu turun malaikat. Kata Jibril,” Inilah malaikat turun ke bumi. Dimana dia tidak pernah turun sebelumnya, melainkan baru hari ini.” Setelah malaikat itu memberi salam, lalu dia berkata, “Gembirakanlah ummatmu dengan dua cahaya yang kedua-duanya hanya diturunkan kepada-mu, dan tidak pernah diturunkan kepada para Nabi sebelum kamu, yaitu: Surat Al-Fatihah dan ayat-ayat penutup surat Al-Baqarah (ayat:284-286). Tidak satu huruf pun yang anda baca dari keduanya, melainkan akan diberikan pahalanya kepada anda.”

Sabda Rasulullah SAW: “Siapa yang membaca kedua ayat itu, yakni dari akhir surat Al-Baqarah, niscaya keduanya akan memeliharanya dari bencana.” (Shahih Muslim: 772-773)

Orang yang membaca surat “Al-Kahfi” akan terpelihara dari kejahatan Dajjal. Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal surat “Al-Kahfi”, dia terpelihara dari bencana kejahatan Dajjal.”

Dari Abu Qatadah r.a. dengan sanad yang sama: “Begitu pula ayat-ayat penghabisan surat Al-Kahfi (ayat 102-110)

Membaca surat “Al-Ikhlas” sama nilainya dengan membaca Sepertiga Qur’an. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak sanggupkah kamu membaca sepertiga Qur’an dalam semalam?” Mereka balik bertanya, “Bagaimana cara membaca sepertiganya?” Jawab Nabi SAW., “Qul huallahu Ahad. (surat Al-Ikhlas) sama nilainya dengan sepertiga Al-Qur’an.” [Lihat Shahih Muslim: 777-780]

Keutamaan surat “Al-Falaq” dan surat “An-Nās” (Mu’awwidzatain)
Rasulullah SAW bersabda: “Tahukah kamu beberapa ayat yang diturunkan Allah tadi malam, dan yang belum pernah ada bandingannya? Ayat-ayat itu ialah: Qul a’udzu birabbil falaq Qul a’udzu birabbinnas (Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas).” (Shahih Muslim: 781)

Sungguh Al-Qur’an merupakan mukjizat luar biasa yang dapat memberikan ketenangan, ketenteraman, kedamaian sekaligus obat bagi setiap penyakit, yang bisa dilakukan oleh siapa saja yang mau membacanya, menghayati dan mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-harinya. Rasulullah SAW bersabda,”Barang siapa membaca Al-Qur’an, kemudian ia melihat ada seseorang yang diberi sesuatu yang melebihi keutamaan yang diberikan kepadanya, berarti ia menganggap remeh terhadap sesuatu yang dimuliakan oleh Allah.”

Dalam hadist lain, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak bisa memberi syafa’at yang lebih utama kedudukannya menurut Allah daripada syafa’at Al-Qur’an.”

Demikianlah wahai saudaraku, semoga risalah yang singkat ini bermanfaat bagi kita semua. Marilah kita jadikan rumah kita sebagai majelis ta’lim yang di dalamnya selalu dilantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an, agar dapat selalu menjadi obat dan penawar bagi hati kita dan agar cahaya rahmat-Nya selalu menyinari rumah kita yang pada gilirannya akan menghadirkan rasa ketenangan dan kedamaian pada penghuninya.

Alhamdulillah, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah Azza wa Jalla. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw.beserta keluarga dan shahabatnya.

ماً إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
(QS Al-Ahzab [33]:56)

ARTI SYAFAAT

“Dari Abu Hurairah r.a beliau menuturkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi was sallam bersabda, “Setiap Nabi alaihis salam memiliki doa yang mustajab, maka setiap nabi telah menggunakan doa tersebut. Dan aku menyimpannya sebagai syafa’at bagi ummatku, kelak di hari kiamat. Maka, syafa’at tersebut Insya Allah akan didapati oleh setiap orang dari umatku yang wafat dalam keadaan tidak menyekutukan Allah ta’ala dengan suatu apapun.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Syafaat berasal dari kata asy-syafa’ (ganda) yang merupakan lawan kata dari al-witru (tunggal), yaitu menjadikan sesuatu yang tunggal menjadi ganda, seperti membagi satu menjadi dua, tiga menjadi empat, dan sebagainya. Ini pengertian secara bahasa.

Sedangkan secara istilah, syafaat berarti menjadi penengah bagi orang lain dengan memberikan manfaat kepadanya atau menolak mudharat, yakni pemberi syafaat itu memberikan manfaat kepada orang itu atau menolak mudharatnya.

Syafaat adalah usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. Syafa’at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafaat orang-orang kafir.

Syafaat disebutkan pertama kali dalam Al-Qur’an adalah pada QS. al-Baqarah ayat 47:

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ

“Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.”

وَاتَّقُوا يَوْمًا لا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَلا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلا هُمْ يُنْصَرُونَ

“Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikit pun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa`at dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.”

Dalam ayat tersebut terdapat perintah Allah kepada Bani Israil untuk bertaqwa dengan alasan di akhirat nanti tidak akan ada syafaat (pertolongan) dari siapapun kecuali amal manusia masing-masing.

Syafaat hakikatnya adalah doa, atau memerantarai orang lain untuk mendapatkan kebaikan dan menolak keburukan. Atau dengan kata lain syafaat adalah memintakan kepada Allah di akhirat untuk kepentingan orang lain. Dengan demikian meminta syafa’at berarti meminta doa, sehingga permasalahan syafaat ialah sama dengan doa.

Hukum Meminta Syafaat

Bagaimanakah hukumnya meminta syafaat. Telah kita ketahui bersama bahwa syafaat adalah milik Allah, maka meminta kepada Allah hukumnya disyariatkan, yaitu meminta kepada Allah agar para pemberi syafaat diizinkan untuk mensyafaati di akhirat nanti. Seperti, “Ya Allah, jadikanlah Muhammad Saw pemberi syafaaat bagiku. Dan janganlah engkau haramkan atasku syafaatnya.”

Adapun meminta kepada orang yang masih hidup, maka jika ia meminta agar orang tersebut berdoa kepada Allah agar ia termasuk orang yang mendapatkan syafaat di akhirat maka hukumnya boleh, karena meminta kepada yang mampu untuk melakukanya. Namun, jika ia meminta kepada orang tersebut syafaat di akhirat maka hukumnya syirik, karena ia telah meminta kepada seseorang suatu hal yang tidak mampu dilakukan selain Allah. Adapun meminta kepada orang yang sudah mati maka hukumnya syirik akbar baik dia minta agar didoakan atau meminta untuk diberi syafaat dari orang tersebut.

Macam-macam Syafaat

Syafaat terdiri dari dua macam, yaitu:

Pertama: Syafaat yang didasarkan pada dalil yang kuat dan shahih, yaitu yang ditegaskan Allah Swt dalam Kitab-Nya , atau dijelaskan Rasulullah. Syafaat tidak diberikan kecuali kepada orang-orang yang bertauhid dan ikhlas; karena Abu Hurairah berkata, “Wahai Rasulullah, siapa yang paling bahagia mendapatkan syafaatmu?” Beliau menjawab, “Orang yang mengatakan, ‘Laa ilaaha illallah’ dengan ikhlas dalam hatinya.” (HR. Bukhari, kitab Al-Ilm).

Syafaat mempunyai tiga syarat:
Allah meridhai orang yang memberi syafaat.
Allah meridhai orang yang diberi syafaat.
Allah mengizinkan pemberi syafaat untuk memberi syafaat.

Syarat-syarat di atas secara global dijelaskan Allah dalam firman-Nya, “Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikitpun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya).” (QS. An- Najm: 26).

Kemudian firman Allah: “Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 255).

Lalu firman Allah: “Pada hari itu tidak berguna syafaat, kecuali (syafaat) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya.” (QS. Thahaa: 109).

Kemudian firman Allah: “Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.” (QS. Al-Anbiya: 28).

Agar syafaat seseorang diterima, maka harus memenuhi ketiga syarat di atas. Menurut penjelasan para ulama, syafaat yang diterima, dibagi menjadi dua macam:
Syafaat umum. Makna umum, Allah mengizinkan kepada salah seorang dari hamba-hamba-Nya yang shalih untuk memberikan syafaat kepada orang-orang yang diperkenankan untuk diberi syafaat. Syaaat ini diberikan kepada Nabi Muhammad Saw, nabi-nabi lainnya, orang-orang jujur, para syuhada, dan orangorang shalih. Mereka memberikan syafaat kepada penghuni neraka dari kalangan orang-orang beriman yang berbuat maksiat agar mereka keluar dari neraka.
Syafaat khusus, yaitu syafaat yang khusus diberikan kepada Nabi Muhammad Saw dan merupakan syafaat terbesar yang terjadi pada hari Kiamat. Tatkala manusia dirundung kesedihan dan bencana yang tidak kuat mereka tahan, mereka meminta kepada orangorang tertentu yang diberi wewenang oleh Allah untuk memberi syafaat. Mereka pergi kepada Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa. Tetapi mereka semua tidak bisa memberikan syafaat hingga mereka datang kepada Nabi saw, lalu beliau berdiri dan memintakan syafaat kepada Allah, agar menyelamatkan hamba-hamba-Nya dari adzab yang besar ini. Allah pun memenuhi permohonan itu dan menerima syafaatnya. Ini termasuk kedudukan terpuji yang dijanjikan Allah di dalam firman-Nya : “Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Al-Israa’: 79).

Di antara syafaat khusus yang diberikan kepada Rasulullah Saw adalah syafaatnya kepada penghuni syurga agar mereka segera masuk surga, karena penghuni surga ketika melewati jembatan, mereka diberhentikan di tengah jembatan yang ada di antara surga dan neraka. Hati sebagian mereka bertanya-tanya kepada sebagian lain, hingga akhirnya mereka bersih dari dosa. Kemudian mereka baru diizinkan masuk surga. Pintu surga itu bisa terbuka karena syafaat Nabi saw.

Kedua. Syafaat batil yang tidak berguna bagi pemiliknya, yaitu anggapan orang-orang musyrik bahwa tuhan-tuhan mereka dapat memintakan syafaat kepada Allah. Syafaat semacam ini tidak bermanfaat bagi mereka seperti yang difirmankan-Nya, “Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberikan syafaat.” (QS. Al-Mudatstsir: 48).

Demikian itu karena Allah tidak rela kepada kesyirikan yang dilakukan oleh orang-orang musyrik itu dan tidak mungkin Allah memberi izin kepada para pemberi syafaat itu, untuk memberikan syafaat kepada mereka; karena tidak ada syafaat kecuali bagi orang yang diridhai Allah. Allah tidak meridhai hamba-hamba-Nya yang kafir dan Allah tidak senang kepada kerusakan.

Ketergantungan orang-orang musyrik kepada tuhan-tuhan mereka dengan menyembahnya dan mengatakan, “Mereka adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah.” (QS. Yunus: 18), adalah ketergantungan batil yang tidak bermanfaat. Bahkan demikian itu tidak menambah mereka kecuali semakin jauh, karena orang-orang musyrik itu meminta syafaat kepada berhala-berhala itu dengan cara yang batil, yaitu menyembahnya. Itulah kebodohan mereka yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah, tetapi sebenarnya tidak lain hanya menjadikan mereka semakin jauh.

Ayat 8 Surah Al- Insan

السلا م عليكم ورحمة الله وبركاته

بسم الله الر حمن الرحيم

Cerita ayat ini sebenarnya sudah kutulis pada coretan Bukan sekedar Tinta Emas. Ayat ini ku tulis lagi, karena ingin aku memulai dalam blogku ada kategori Asbabunnuzul.
Ada cerita yang mulia , yang penuh berkah dibalik sebuah ayat. Kisah- kisah dibalik turunnya sebuah ayat adalah cerita yang sangat luar bisa, sehingga Allah abadikan didalam Alquran. Betapa Allah memuliakan kehidupan, pengorbanan mereka, sehingga dari orang yang pertama membaca, belajar ayat Al- Quran sampai sekarang itu akan mengalir pada mereka. Subhanallah.. .. Dibalik cerita mereka banyak tersimpan pelajaran yang dapat kita ambil. Dengan mengetahui cerita dibalik sebuah ayat maka kita akan memahami maksud dari ayat itu. Dan tentu masih banyak lagi manfaat yang bisa kita ambil dibalik asbabun nuzul.

Dah lama ingin menyimpan asbab- asbab turunnya ayat- ayat Alquran yang sering kubaca dalm blogku. Mungkin teman- teman pernah membacanya pada buku- buku Asbabun nuzul, tafsir Al- Quran. tak apa.. Karena aku menulisnya disini, hanya berharap setiap hurup yang kuketik, bisa menyentuh , menggugah hatiku, bisa termotivasi jejak kehidupan para sahabat, dan pastinya juga dengan tau cerita – cerita dibalik ayat Alquran, aku berharap hafalanku makin mampu bertahan, dibalik banyaknya kesibukanku .



Mudahan Allah mampukan kita untuk mengikuti jejak langkah mereka, dan di akherat kelak bisa berkumpul dengan mereka. Tak ada yang lebih mulia, dari pada mengambil dari kehidupan mereka. Tak ada yang lebih besar pengorbanan dalam memperjuangkan agama, selain pengorbanan mereka. Tak ada darah yang lebih mulia selain darah mereka. Tak ada tangisan yang lebih berharga selain tangis anak isteri mereka. Tak ada teman yang mulia dari pada mereka. Tak ada orang yang patut dikagumi dan digemari selain mereka. Takada orang yang lebih patut dirindukan selain Rasulullah saw dan mereka. Ya mereka teman,,. para sahabat,, mereka yang sering Allah puji- puji dalam Alquran. Tak ada yang dapat mengumpulkan kita dengan mereka selain mengikuti jejak kehidupan mereka..


“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. “

——————————————————————————————————-


“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.”


Ibnu Mardawaih rah.a telah menukilkan secara ringkas dari Ibnu Abbas r.humaa, ” bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Ali r.a dan Fathimah r.ha..

” Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.humaa. bahwa pada suatu ketika Hasan r.a dan Husien r.a sedang sakit parah. Maka Ali r.a dan Fatihmah r.ha bernadzar, apabila kedua anaknya sembuh, mereka akan berpuasa sebagai tanda rasa syukur. Dengan karunia Allah swt kedua anaknya telah sembuh. Keduanya pun mulai berpuasa nadzar, akan tetapi dirumah mereka tidak sesuatu untuk makan sahur dan berbuka puasa. Mereka berpuasa dalam keadaan sangat lapar. Pada pagi harinya, Ali r.a pergi kepada seorang yahudi yang bernam Syam’un. Ali r.a berkata” jika engkau ingin menyuruh seseorang untuk memintal wol dengan imbalan, maka putri Rasulullah saw bersedia melakukannya”. Orang yahudi itu menyetujui dengan ketentuan satu gulung wol diberi diberi imbalan tiga sha’ gandum. Pada hari pertama, Fathimah r.ha memintal sepertiga bagian wol, kemudian ia mengambil satu sha’ gandum, lalu ditumbuk dan dimasaknya menjadi lima potong roti, yakni untuk Ali r.a, Fathimah r.ha, Hasan r.a, Husien r.a, dan seorang hamba sahaya perempuannya yang bernama Fidhdhah. Ketika waktu berbuka puasa tiba, dan ketika Ali r.a pulang dari shalat maghrib berjamaah dengan Rasulullah saw., dan Fathimah r.ha telah bekerja selama sehari penuh, sekeluarga telah duduk bersama untuk berbuka puasa. Alas makan telah dibentangkan , diatasnya sudah disiapkan roti untuk berbuka puasa. Ali r.a mengambil roti untuk dimakannya, tiba- tiba terdengar seorang fakir berkata dengan keras didepan pintu,

“ wahai keluarga Muhammad, aku adalah seorang fakir, berilah makanan kepadaku, semoga Allah swt memberimu makan dari makanan surga.” Ali r.a segera menahan tangannya dan bermusyawarah dengan Fathimah r.ha. fathimah r.ha berkata,” Berikanlah.” Kemuadian Ali r.a memberikan semua roti kepada fakir miskin itu, tanpa menyisakan sedikit pun. Dan mereka tidur setelah berbuka puasa hanya dengan air.

Dalam keadaan seperti itu, mereka mulai berpuasa pada hari kedua, Fathimah r.ha memintal sebagian wol yang kedua, dan menerima satu sha’ gandum. Ia menumbuk tepung itu dan memasaknya. Ketika Ali r.a setelah selesai shalat dengan Rasulullah dan duduk untuk makan bersama keluarganya , seorang anak yatim meminta-minta didepan pintu sambil mengatakan bahwa dirinya miskin dan hidup sendirian. Mereka pun menyerahkan semua roti itu kepada yatim tersebut, dan mereka tidur setelah berbuka hanya dengan air.

Pada hari ketiga, Fathimah r.ha memintal sisa wol dan menerima sati sha’ gandum lalu menumbuk dan memasaknya. Sehabis shalat maghrib ketika mereka duduk untuk berbuka berpuasa, seorang tawanan datang dan meminta- minta sambil mengatakan bahwa dirinya dalam kesusahan . mereka pun memberika semua roti itu kepadanya dan mereka kembali tidur tanpa makan apapun.

Pada hari keempat mereka memang tidak berpuasa, tetapi dirumah tidak ada sesuatu pun yang dapat mereka makan. Ali r.a membawa kedua anaknya menghadap Rasulullah saw dengan berjalan tertatih- tatih karena tidak makan selama berturut- turut. Rasulullah saw bersabda,” sungguh menyedihkan hatiku melihat kalian menderita kekurangan dan kesengsaraan . Mari kita temui Fathimah r.h.” Rasulullah saw menemui Fathimah r.ha yang dilihatnya sedang mengerjakan shalat nafil. Mata Fathimah r.ha terlihat cekung, perutnya tertarik sampai menempel kepunggung karena sangat lapar. Rasulullah saw memeluk putrinya dan mendo’akan rahmat Allah swt baginya dan keluarganya. Pada saat itulah jibril as datang mewahyukan ayat dia atas.”.

coba kita lihat ayat berikutnya:


“Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih”

Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.

Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati.

Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera,

Di dalamnya mereka duduk bertelakan di atas dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang bersangatan.

Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.





Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca.

(yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya.

Di dalam syurga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.

(Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil.

Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan.

Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.

Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih.

Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan).( QS. Al- Insaan: 9- 22)”

Subhanallah berapa banyak pahala yang mengalir kepada mereka asbab turunnya ayat ayat ini. Bahkan didunia pun mereka sudah mendapat kabar gembira tentang kehidupan akherat kelak.. subhanallah.. Mudahan kita bisa mengikuti jejak mereka.

Dari berbagai sumber. Ayat – Ayat Al- Quran di ambil dari: Dudung net

Jumat, 19 Oktober 2012

Pengertian Hidayah


Orang sering berkata ketika ditanya,”kenapa tidak ngaji?”, “nunggu hidayah” jawabnya, atau ketika ditanya tentang “kenapa belum haji? Padahal kalau secara kemampuan materi sudah cukup, bahkan berlebih, kembali kita menemukan jawaban yang sama “saya belum dapat hidayah”.
Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan hidayah? Ustadz Aam Amirudin menjawab tentang hal ini didalam acara di salah satu stasiun televisi. Menurut pemaparan ustadz, hidayah itu terbagi menjadi beberapa pengertian yaitu:

1. Hidayah Insting
Untuk bisa memahami Hidayah Insting, kita akan ambil contoh seorang bayi. Ketika bayi itu lapar maka secara otomatis bayi tersebut menangis, padahal belum ada orang yang mengajarkan atau tanpa kita ajarkan pun, maka bayi akan tetap menangis ketika lapar, bahkan menurut penelitian terbaru ketika seorang bayi diletakkan di dada ibunya maka secara otomatis bayi tersebut akan mencari asi.

2. Hidayah Panca Indera
Hidayah Panca Indera adalah sarana yang Allah swt telah berikan kepada kita berupa panca indera, baik penglihatan, penciuman maupun yang lainnya

3. Hidayah Akal
Hidayah panca indera, adalah hidayah yang diberikan oleh Allah swt kepada seluruh makhluknya, bahkan kalau dibandingkan panca indera hewan ada yang lebih dari panca indera manusia, seperti penglihatan elang lebih tajam dibanding penglihatan kita sebagai manusia.
Ada hal yang menjadi berbeda antara kita dengan makhluk Allah yang lainnya, yaitu akal. Akal inilah yang merupakan salah satu dari hidayah yang Allah swt telah berikan kepada kita

4. Hidayah Agama
Ketiga hidayah diatas merupakan hidayah yang sudah Allah berikan kepada kita, tetapi ketika hidayah tersebut belumlah cukup, karena ketiga hidayah diatas memiliki keterbatasan. Hidayah agama inilah yang kemudian akan menuntun manusia ketika manusia diambang keterbatasan, sebagaimana microskop yang bisa membantu manusi melihat sesuai yang teramat kecil untuk dilihat oleh kasat mata. Hidayah agama terbagi menjadi 2, yaitu:

a. Hidayah Dilalah (Hidayah mempelajari agama/teori)
Hidayah ilmu pengetahuan yang bisa kita pelajari, seperti belajar tentang sholat, dan pelajaran lainnya yang bersikap keilmuan. Ketika seseorang memiliki ketertarikan dalam mempelajari ilmu agama, maka secara tidak langsung orang tersebut telah mendapat hidayah, tetapi bukan berarti ini bersifat pemberian, karena setiap kita pasti bisa untuk membaca atau mencari ilmu.

b. Hidayah Taufiq (Hidayah menjalankan perintah agama)
Hidayah dilalah bagi kita belumlah cukup, karena ilmu yang tidak diamalkan maka tidak akan memiliki nilai disisi Allah swt. Kita memerlukan hidayah taufiq, adalah hidayah yang kemudian mendorong seseorang untuk mau beramal sesuai dengan pemahaman ilmu yang telah dipelajari, untuk bisa mendapatkan hidayah taufiq pun kita tidak boleh pasif, tetapi kita harus aktif membiasakan beramal, karena ketika seseorang sudah mulai beramal, maka akan muncul sebuah perasaan merasa kehilangan ketika tidak mengerjakan atau merasakan ketentraman dan kenyaman atas amalan ibadah yang dilakukannya.

Itulah sekilas tentang pengertian hidayah, semoga dengan kita memahami pengertian hidayah, kita bisa menyikapi hidayah tersebut dengan baik. Kesimpulannya adalah bahwa hidayah itu bukan sesuatu yang diberikan begitu saja tetapi sesuatu yang perlu kita usahakan, dan sarana-sarana untuk mendapatkan hidayah sudah Allah swt sediakan buat kita, yang menjadi pertanyaan adalah “Akankah kita menyambut hidayah Allah?”

Senin, 20 Agustus 2012

Takbir Idul Fitri

ALLAHu Akbar...

ALLAHu Akbar...

ALLAHu Akbar...

Laa ILaa HailaLLaahu waLLahu Akbar

ALLAHu Akbar WaliLLaaHilkhhamd...

ALLAHu Akbar...

ALLAHu Akbar...

ALLAHu Akbar...

ALLAHu Akbar Kabiirra walkhhamduliLLaahi KathsiirawWasubkhhaanaLLaahi Bukratawwa ashiilaa...
ketika pengucapan ashila seperti bersiul di huruf )




Laa ilaaha illallaahu walaa Na'budu illaa iyyaahu

Mukkhlishiina Lahuddiina Walau Karihal Kaafiruun

Laa ilaaha illallaahu wahdah..

Shadaqah wahdah..

Wanashara 'abdahu..

Wa'azzajundahu wahazamal ahzaba wahdah...

Laa ilaaha illaLLaahu ALLAHu akbar, ALLahu Akbar WaliLLaahil khhamd...

Artinya:

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar,

Tidak ada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar dan Segala puji bagi Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Besar dan Maha Agung, segala puji bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang. tiada Tuhan melainkan Allah, dan tidak ada yang kami sembah kecuali Allah, dengan ikhlas kami beragama kepadaNya, walau orang-orang kafir membenci, tidak ada Tuhan melainkan Allah sendiriNya, benar janjiNya, dan Dia menolong akan hambaNya, Dia mengusir musuh nabiNya, dengan sendirinya, tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar dan bagiNya segala puji...

Sumber: http://www.yaiyalah.net/2012/08/bacaan-takbir-idul-fitri-yang-benar.html#ixzz244MpTRWW

KHASIAT SURAT YASIN

Barang siapa membaca Surat Yassin dengan khusyuk,Niscaya Allah SWT akan menulis pahala kepadanya seperti pahalanya orang yang membaca Al Qur’an 10x.
Pada masa 1000 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi para malaikat sering mendengar Allah SWT membaca Surat Yassin dan Surat Thoha. Berarti 1000 tahun sebelum kejadian penciptaan langit dan bumi Allah SWT telah menciptakan kedua surat tersebut dan sering dibaca olehNya.
Para malaikat berkata : “bagus benar susunan ayat demi ayat itu, Ya Allah kepada siapa akan diturunkan kedua surat itu..? Allah berfirman “Untuk umat Nabi akhir zaman (yakni umat Nabi Muhamad SAW).
Yassin lamaa quri’at lahu, artinya Yassin itu menurut tujuan hajat pembacanya (surat yassin itu dibaca menurut tujuan (hajat) orang yang membacanya. Jadi kalau ada hajat yang ingin diraih dengan baca surat ini sebanyak-banyaknya insya Allah degan izin Allah SWT akan terkabul) (
Sebagai bukti sudah sering terjadi,contoh sesorang menyatakan pernah membaca surat yassin sebanyak 47x pas malam hari Subhanallah segala hajatnya terkabul dan segala kesusahan hilang.

Fadhilah dan khasiat surat yasin
Pengertian Surah Yasin merupakan surat yang di turunkan di Makkah, surah ini
merupakan surat ke 36 dengan jumlah 83 ayat, dinamai yasin karena di mulai dengan huruf y_a_s_i_n
Isi kandungan surah yasin
- Kandungan Keimanan
- Keimanan akan Allah dengan mensucikannya dengan sifat-sifatnya, Keimanan akan Alqur’an yang merupakan ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah, keimanan akan surga dan sifat-sipatnya, keimanan akan hari akhir.
- Kisah-Kisah
Kisah utusan-utusan nabi isa a.s dengan penduduk anthakiyah.
- salah satu ayatnya menjelaskan adanya bukti ilmu pengetahuan Astronomi: semua bintang di cakrawala berjalan pada garis edarnya .
Fadhilah Surah Yasin
- dibacakan pada orang sakaratul maut maka akan memepermudah keluarnya ruh.
- Membaca Surah Yasin = Membaca Alqur’an 10 kali
- Dapat memberi syafaat bagi pembacanya
- Dimudahkan hajatnya
- Meringankan siksa kubur
- Menolak kejahatan
- Di baca pada malam jum’at mendapatkan ampunan
- Jika belum menikah akan dapat jodoh.
- Jika ketakutan,Allah akan menghilangkan rasa takutnya itu.
- Jika dipenjara,niscaya akan bebas.
- Orang tersesat akan mendapat jalan lagi.
- Orang haus akan hilang hausnya.
- Orang sakit akan hilang sakitnya.
- Ada lagi Namanya Surat Yassin Fadhilah, Membaca 1 kali Yassin Fadhilah setara dengan membaca Surat Yasin biasa 7 kali. Anda bisa Mendownload Surat Yassin fadhilah dalam Postingan ini.

Beberapa manfaat surah Yaasiin(Yasin), antara lain:1. Menurut sabda Nabi Muhammad saw, siapa membaca surah Yaasiin(Yasin) satu kali, sama dengan membaca Alqur’an sampai khatam(selesai)sepuluh kali, siapa membiasakan membaca surah Yaasiin setiap malam sampai mati, maka termasuk mati syahid.2. Jika dibaca pada waktu pagi, maka memperoleh kegembiraan sampai sore, dan jika dibaca disore hari maka dapat gembira sampai pagi.3. Jika anda ada maksud kepada pembesar supaya berhasil, maka bacalah surah yaasiin dari rumah sebanyak 25 kali, maka insya Allah berhasil.4. Jika dibacakan untuk orang yang akan meninggal dunia, maka tidak akan dicabut nyawanya selagi ia belum didatangi malaikat Ridwan dengan maksud memberi kegembiraan kepada orang yang akan meninggal tersebut.5. Jika dibacakan pada mayat di dalam kubur maka diringankan siksanya, jika ditulis dan dilebur air, lalu diminum, sama dengan meminum seribu obat.6. Khasiatnya lagi adalah dapat dipergunakan sebagai obat sakit panas, caranya dibaca sekali, setiap sampai pada lafadz “MUBIIN” dengan mengikat benang sekali sampai tujuh, kemudian diikatkan pada bahu kanannya orang yang sakit panas, maka insya Allah sehat kembali.

Mendayagunakan Surat Yasin
1.Pemagaran Rumah- Ambil Air Satu Ember Besar penuh.- Celupkan jari telunjuk kanan kedalam ember yang di isi air.- Baca Sholawat Nabi 3 X- Baca surah Yasin 7 X, pada ayat ke 9 baca 11 x- Baca Ayat Qursy 99 X- Baca Ayat Qursy 1 X, lalu pada ayat ter akhir baca 100 X- Berdo'a mohon kepada Allah, agar air bermanfaat untuk memagari rumah sehingga apabila ada ghoib fasik/ kafir akan binasa seketika itu juga.(Saat berdo'a jari telunjuk kanan tetap ada di dalam ember air).Keterangan:- Setelah berdo'a, percikan air ke seluruh area rumah (Pagar, tembok rumah, pintu, genteng dll).- Gunakan juga sedikit untuk membersihkan lantai.- Masukan kedalam tangki Air dll.

Minggu, 19 Agustus 2012

Rahasia dan Khasiat Surat dan Ayat Al-Qur’an

BISMILLAH (Dengan nama Allah)

Barangsiapa membaca sebanyak 21 kali ketika hendak tidur, nescaya terpelihara dari godaan dan gangguan syaitan, dari bencana manusia dan jin, daripada kecurian dan kebakaran, dan daripada kematian terkejut. Dan barangsiapa membaca sebanyak 50 kali diahadapan orang yang zalim, hinalah dan masuk ketakutan dalam hati si zalim serta naiklah keberanian dan kehebatan kepada pembaca.

SURAH AL-FATIHAH (Pembukaan)

Barangsiapa membacanya sebanyak 41 kali diantara sembahyang sunatnya, nescaya permintaannya di perkenankan, jika sakit lekas sembuh dan nescaya dikasihi oleh makhluk dan ditakuti oleh musuh. Barangsiapa membaca 20 kali sesudah tiap-tiap sembahyang fardhu, nescaya rezkinya dilapangkan oleh Tuhan dan bertambah baik keadaannya, serta bercahaya rohaninya.

AYAT AL-KURSI (Kekuasaan Allah)

Barangsiapa membacanya sekali selepas setiap sembahyang fardhu, nescaya terpelihara dari tipudaya dan ganguan syaitan. Dengan membacanya, seorang yang miskin akan menjadi kaya, dan jika dibaca ketika hendak tidur nescaya akan terselamat dari kecurian, kebakaran dan kekaraman. Barangsiapa sentiasa membaca ayat Al-Kursi, nescaya Allah akan kurniakan kepada ahli rumahnya kebaikkan yang tidak terhitung banyaknya. Barangsiapa berwudhuk lalu membaca sekali, nescaya Allah ! Akan meninggikan darjatnya setinggi 40 darjat dan Allah akan mendatangkan para malaikat menurut bilangan hurufnya, raya berdoa untuk sipembaca sehinggalah ke hari Qiamat. Dan tersebut se dalam hadith yang lain:Barangsiapa membacanya ketika hendak tidur, nescaya Allah akan membuka pintu rahmat baginya hingga kesubuh, dan mengurniakan
kota nur menurut bilangan rambut dibadannya. Jika sipembacanya meninggal dunia pada malam itu, ia dikira mati syahid. Hadith yang lain mengatakan:Barangsiapamembacanya selepas setiap sembahyang fardhu, nescaya akan terpelihara dari kekerasan malakul-maut, dan Allah sendiri yang mencabut rohnya, dan dia akan dibangkitkan bersama para Mujahid yang berjihad beserta para Anbiya hingga ia gugur mati Syahid. Imam Jaafar Shadiq r.a. mengatakan: Barangsiapa membaca sekali, nescaya Allah akan menghindar darinya 1,000 kesukaran duniawi, yang terkecil sekali ialah kemiskinan dan kepapaan, dan 1,000 kesukaran ukhrawi, yang terkecil sekali ialah azab neraka.

SURAH AL-BAQARAH (Sapi Betina)

Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surah ini (Amanarrasulu) sebelum tidur, ia akan terselamat dari segala bala bencana dan mara bahaya.

SURAH ALI-IMRAN (Keluarga Imran)

Barangsiapa membaca tiga ayat yang pertama dari surah ini, Nescaya ia akan mencapai kesihatan dari segala penyakit dan terselamat dari gangguan jin.

SURAH AN-NISSA’ (Perempuan)

Barangsiapa yang membaca ayat yang ke 75 dari surah ini, nescaya ia akan terselamat dari kejahatan para penjahat.

SURAH AL-MAIDAH (Hidangan)

Barang siapa membaca ayat yang ke 7 dari surah ini, sebanyak yang mungkin selama 3 hari berturut -turut, insya Allah akan terselamat dari was-was semasa wudhu dan sembahyang. Barang siapa membaca ayat 89 hingga ayat 101 dari surah ini, keatas air lalu diberi minum kepada orang yang bercakap dusta, nescaya ia tidak akan bercakap dusta lagi.

SURAH AL-AN’AM (Binatang Ternak)

Barang siapa membacanya sebanyak 7 kali, nescaya akan terhindar dari segala bala bencana. Jika ayat 63 dan 64 dari surah ini,dibaca oleh penumpang kapal, ia akan terselamat dari karam dan tenggelam.

SURAH AL-A’RAAF (Benteng Tinggi)

Barang kali membaca ayat 23 dari surah ini, selepas tiap-tiap sembahyang fardhu, lalu beristighfar kepada Allah, nescaya akan terampun segala dosanya. Barang siapa membaca ayat 47 dari surah ini, ia akan terpelihara dari kekacauan para penzalim serta ia akan mendapat rahmat Allah.

SURAH AL- ANFAL (Rampasan)

Barang siapa membaca ayat 62 dan 63 dari surah ini, nescaya dia akan di cintai dan dihormati oleh sekalian manusia.

SURAH AL-BARAAH (AT-TAUBAH) (Pemutus perhubungan)

Barangsiapa membacanya, nescaya akan terselamat dari kemunafiqan dan akan mencapai hakikat iman. Barang siapa membaca ayat 111 dari surah ini,dikedai atau ditempat-tempat perniagaan, nescaya akan maju perniagaannya itu.

SURAH YUNUS (Yunus)

Barangsiapa membaca ayat 31dari surah ini, keatas Perempuan yang hamil, nescaya ia melahirkan anak dalam kandungannya itu dengan selamat.Barangsiapa membaca ayat 64 dari surah ini, nescaya ia akan terhindar dari mimpi-mimpi yang buruk dan mengigau.

SURAH AL-HUD (Hud)

Barang siapa membaca, nescaya ia akan mendapat kekuatan dan Kehebatan serta ketenangan dan ketenteraman jiwa. Barang siapa membaca ayat 56 dari surah ini, pada setiap masa, nescaya ia akan terselamat dari gangguan manusia yang jahat dan binatang yang liar. Barang siapa membaca ayat 112 dari surah ini, sebanyak 11 Kali selepas tiap-tiap sembahyang, nescaya akan mencapai ketetapan hati.

SURAH YUSUF (Yusuf)

Barang siapa membacanya, akan di murahkan rezekinya dan diberikan kemuliaan kepadanya. Barang siapa membaca ayat 64 dari surah ini, ia akan terhindar dari kepahitan dan kesukaran hidup.Barang siapa membaca ayat 68 dari surah ini, nescaya Allah akan mengurniakan kesalehan kepada anak-anaknya.

SURAH AR-RA’D (Petir)

Barang siapa membaca ayat 13 dari surah ini, ia akan terselamat dari petir. Dan barangsiapa membaca ayat 28 dari surah ini, nescaya Penyakit jantungnya akan sembuh.

SURAH IBRAHIM (Ibrahim)

Barang siapa membaca ayat-ayat 32 hingga 34 dari surah ini, nescaya anak-anaknya akan terhindar dari perbuatan-perbuatan syirik dan bida’ah.

SURAH AL-IIIJ’R (Batu Gunung)

Barang siapa membaca 3 ayat yang terakhir dari surah ini, ke atas perempuan yang selalu anak kandungannya gugur, nescaya anak kandungannya itu akan terselamat, dari gugurnya.

SURAH BANI ISRAIL (anak-anak Israil)

Barang siapa membacanya ke atas air, lalu diberi minum kepada orang yang bercakap gagap insya Allah akan hilang gagapnya itu. Barang siapa membaca ayat 80 dari surah ini, ketika ia pulang dari perjalanan, nescaya dia akan dimuliakan dan dihormati oleh orang-orang yang setempat dengannya.

SURAH AL-KAHF (Gua)

Barang siapa membacanya, akan terhindar dari kemiskinan dan kepapaan. Barang siapa membacanya pada malam Jumaat, nescaya dia akan mendapat rezeki yang murah.

SURAH MARYAM (Maryam)

Barang siapa membacanya, nescaya akan mendapat kejayaan di dunia dan di akhirat.

SURAH THAAHAA (Hai Manusia)

Barang siapa membacanya, nescaya Allah akan mengurniakan kepadanya ilmu pengetahuan dan akan tercapai segala maksudnya. Barang siapa membaca ayat-ayat 25 hingga 28 sebanyak 21 kali, tiap-tiap hari selepas sembahyang subuh nescaya otaknya akan cerdas dan akalnya akan sempurna.

SURAH AL ANBIYA (Nabi-Nabi)

Barang siapa membaca ayat 83 dari surah ini, nescaya dia akan mendapat sebesar-besar pangkat di sisi Allah s.w.t .

SURAH AL-HAJ (Haji)

Barang siapa membacanya, Allah akan membinasakan musuh-musuhnya.

SURAH AL-MU’MINUN (Orang-orang Mukmin)

Barang siapa membacanya ke atas air, lalu diberi minum kepada orang yang selalu minum minuman keras,nescaya dia tidak akan meminumnya lagi. Barang siapa membaca ayat 28 dari surah ini, nescaya perahunya akan terselamat daripada karam dan rumahnya akan terselamat dari kecurian dan serangan musuh.

SURAH AN-NUUR (Cahaya)

Barang siapa membacanya, nescaya ia akan terhindar dari mimpi-mimpi yang buruk. Barang siapa membaca ayat 35 dari surah ini,pada hari Jumaat sebelum sembahyang Asar, nescaya dia akan disegani oleh orang ramai.

SURAH AL-FURQAN (Pembaca)

Barang siapa membacanya sebanyak 3 kali ke atas air yang bersih, lalu air itu dipercikkan di dalam rumah, nescaya rumah itu akan terselamat dari gangguan binatang-binatang yang liar dan ular-ular yang bisa.

SURAH ASY-SYU A’RA (Ahli-ahli Syair)

Barang siapa membaca ayat 130 dari surah ini, sebanyak 7 kali dengan senafas ke atas orang-orang yang digigit oleh binatang-binatang yang berbisa nescaya akan hilang bisa-bisa itu.

SURAH AN-NAML (Semut)

Barang siapa membacanya nescaya nikmat-nikmat Allah akan kekal kepadanya.

SURAH AL-QA-SHASH (Cerita)

Barang siapa membacanya ke atas pekerja-pekerjanya, nescaya Mereka tidak akan mencuri dan mengkhianat. Barang siapa membaca ayat-ayat 51 hingga 55 dari surah ini, Nescaya otaknya akan cergas, akalnya akan sempurna dan budi pekertinya akan halus.

SURAH AL-ANKABUT (Labah-labah)

Barang siapa membacanya, nescaya demamnya akan sembuh. Barang siapa membacanya, nescaya ia akan terhindar dari gelisah dan keluh kesah.

SURAH AR-RUM (Rum)

Barang siapa membacanya, nescaya Allah akan membinasakan orang yang hendak menzaliminya.

SURAH LUQMAN (Luqman)

Barang siapa membacanya, nescaya ia akan terhindar dari segala-gala penyakit terutama dari penyakit-penyakit perut. Barang siapa membaca ayat31 dari surah ini, nescaya akan terselamat dari bencana banjir.

SURAH AS-SAJ DAH (Sujud)

Barang siapa membaca ayat-ayat 7 hingga 9 dari surah ini, ke atas kanak-kanak yang baru lahir, nescaya ia akan terhindar dari segala-gala penyakit ruhani dan jasmani.

SURAH AL-AHZAB (Golongan-golongan)

Barang siapa membaca ayat-ayat 45 hingga 48 dari surah ini, nescaya ia akan mendapat kemuliaan dan kehormatan sejati. Dan barang siapa membaca ayat-ayat 60 hingga 66 dari surah ini, nescaya Allah akan membinasakan musuh-musuhnya.

SURAH SABA‘ (Saba’)

Dengan membacanya, terselamatlah ia dari segala-gala bala bencana, terutamanya dari rosaknya tanam-tanaman.

SURAH FAATHIR (Pencipta)

Barang siapa membaca ayat-ayat 29 dan 30, nescaya Allah Akan memberkati perniagaannya.

SURAH YAASIIN (Hai Manusia)

Nabi kita Muhammad s.a.w bersabda : “Tiap-tiap sesuatu Mempunyai hati dan hati Al-Quran ialah surah Yaasiin.” Yaasiin kerana Allah, nescaya akan terampun segala-gala dosanya kecuali dosa syirik..” Dalam satu hadith yang lain Baginda s.a.w bersabda: “Hendaklah kamu membaca surah Yaasiin ke atas pesakit-pesakitmu yang menghadapi sakaratul-maut, nescaya Allah s.w.t akan meringankan kekerasan sakaratul-maut itu.” Dalam satu hadith yang lain pula Baginda s.a.w bersabda : “Aku ingin benar, agar surah Yaasiin ini dihafaz oleh tiap-tiap umatku.” Barang siapa membacanya sebanyak 41 kali, pasti akan tercapai segala hajat dan cita-citanya. Barang siapa membacanya sebanyak 21 kali pada malam Jumaat, Lalu berdoa istghfar untuk kedua ibu bapanya, nescaya dosa kedua ibu bapanya akan diampunkan oleh Tuhan. Barang siapa membaca sekali ketika membuka kedai atau perniagaan, nescaya akan maju perniagaannya itu. Barang siapa membacanya sekali pada awal malam, andaikata ia mati pada malam itu, mesti ia mati syahid. Barang siapa membacanya sekali selepas tiap-tiap sembahyang Jumaat,nescaya ia akan diselamatkan dari siksa kubur. Jika dibacanya oleh seorang askar, ketika ia hendak turun kemedan peperangan, Allah akan mengurniakan kepadanya keberanian dan kegagahan, serta naiklah ketakutan pada musuh-musuhnya. Hikmat-hikmat dan khasiat-khasiat surah Yaasiin ini banyak benar di! dapati di dalam kitab-kitab hadith tetapi cukuplah setakat ini untuk diamal oleh anda sekalian.

SURAH ASH-SHAAFFAAT (Yang Berbaris)

Barang siapa membacanya, insya Allah in akan terpelihara daripada gangguan jin.

SURAH SHAAD (Shaad)

Dengan membaca ayat 42 dari surah ini, nescaya akan mendapat kebahagian sejati.”Berdoalah kepadaKu, nanti Aku perkenankan permintaanmu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan dirinya dari menyembah Aku, mereka akan masuk neraka jahannam dengan hina.”

KHASIAT DAN CARA MENGAMALKAN SURAT AL IKHLAS

Bismillahir rahmaanir rahiim.

1. Qul huwallahu ahad.
2. Allahus shamad.
3. Lam yalid wa lam yuulad.
4. Wa lam yakun lahu kufuwan ahad.

Artinya:
dengan nama allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.
1. Katakanlah: "dialah allah, yang maha esa."
2. Allah adalah tempat bergantungnya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tiada diperanakan.
4. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan dia.

Mengenai keutamaanya, nabi muhamad saw. Telah bersabda:

"man qara a (qul huwallahu ahad) fa ka annamaa qara a tsulutsal qur'aani."
artinya:

"barangsiapa yang membaca "qul hu wallahu ahad" maka seakan-akan dia telah membaca sepertiga al qur'an"

(HR.Ahmad dan an nasai).

"Man qaraa a (qul huwallaahu ahad) ahada asyara marraatin banallaahu baitan fil jannati."
artinya:
"barangsiapa yang membaca "qul huwallaahu ahad" sebelas kali, allah membangun rumah untuknya di surga."
(HR.Ahmad dari mu'adz bin anas).

Hadis-hadis di atas menunjukkan betapa agungnya surat al ikhlas.
Karena di dalam surat al ikhlas ini sepenuhnya menegaskan kemurnian atas keesaan allah swt.
Adapun khasiat-khasiat yang terkandung di dalamnya banyak sekali,diantaranya:

1. Untuk mencapai yang dimaksud.
Caranya:
bacalah surat al ikhlas 1.000 kali pada waktu antara shalat maghrib dengan isya, setelah selesai, mintalah kepada allah segala yang dimaksud. Insya allah, allah akan mengabulkan semua yang dimaksud.

2. Menghindarkan dari semua bala bencana.
Caranya:
sama dengan di atas, bacalah surat al ikhlas ini 1.000 kali pada waktu antara shalat maghrib dan isya. Berkat dari bacaan ini, insya allah semua bala bencana akan terhindar.


3. Selamat dari para orang yang rakus.
Caranya:
a. Bacalah lafal "YA SHAMADU" 134 kali secara beruntun dan terus menerus dijadikan sebagai amalan sehari-hari. Insya allah, akan selamatlah kita dari maksud jahat para orang yang rakus lagi aniaya.
b. Bacalah lafal "ya shamadu" 40 kali setiap hari. Insya allah selama hayat masih dikandung badan kita selalu selamat dari maksud jahat orang-orang yang rakus.

4. Terhindar dari rasa lapar dan dahaga.
Caranya:
seandainya kita berada diperjalanan atau ditempat yang jauh dari keramaian dan sukar dapat air atau makanan, maka bacalah "ya shamadu" sebanyak-banyaknya. Insya allah rasa payah, letih, dahaga dan lapar akan sirna dengan sendirinya, sehingga badan kuat untuk meneruskan tujuan.

5. Terhindar dari fitnah dan siksa kubur.
Caranya:
bacalah surat al ikhlas pada orang yang sedang sakit. Seandainya orang sakit itu meninggal pada hari itu juga, maka insya allah dia akan diselamatkan dari segala fitnah kubur.

6. Mendapatkan kebaikan didunia dan akhirat.
Caranya:
bacalah surat al ikhlas setiap hari sebagai amalan sehari-hari. Insya allah berkat surat al ikhlas yang kita baca itu kita akan mendapatkan kebaikan didunia dan akhirat.

Keterangan:
masih banyak lagi KHASIAT YANG TERKANDUNG DALAM SURAT AL IKHLAS. Tapi kiranya khasiat yang telah disebut di atas sudah cukup digunakan untuk bekal hidup, baik untuk suatu hajat atau untuk perisai badan agar sehat wal afiat, terlepas dari gangguan lahir maupun bathin.
Dengan membaca surat al ikhlas itu adalah merupakan kecintaan kita kepada al qur'an.
Cinta kepada al qur'an sama halnya mencintai sunah allah. Pernah seorang sahabat nabi, datang kepada beliau menceritakan bahwa dia selalu memperbanyak membaca surat al ikhlas didalam shalat karena kecintaannya. Lalu beliau bersabda kepada sahabatnya itu, "kecintaanmu pada surat al ikhlas itu dapat memasukanmu kesorga.

sejarah Turunnya surat Al Falaq


A: “Kenapa lelaki ini?”
B: “Disihir orang”
A: “Siapa yang menyihir?”
B: “Labid bin Aksam, Yahudi”
A: “Dengan apa disihir?”
B: “Dengan sisir dan gigi sisir
A: “Di mana?”
B: “Dalam buntalan daun tamar di bawah batu di telaga zarwan”

Itulah dialog dua malaikat saat melihat Rasulullah terbaring sakit yang merupakan Azbabun Nuzul (sebab-sebab turunnya) Surat Al Falaq dan An Nas. Dua surat ini diturunkan saat Rasulullah Muhammad SAW pulang dari Hudaibiyah di bulan Zulhijjah tahun ke tujuh hijriah. Diriwayatkan setelah selesai perang Khaibar maka para pemimpin Yahudi berniat untuk terus menghabisi gerakan dan ajaran yang dibawa Muhammad SAW dengan berbagai cara.

Salah satu cara itu adalah cara-cara mistik yaitu menggunakan ilmu sihir. Diutuslah seorang pimpinan Yahudi untuk menemui dukun sihir Yahudi, Labid bin Aksam. Labid sang dukun sihir meminta syarat yaitu benda-benda pribadi milik Rasulullah. Singkatnya, dengan kerja sama dari seorang pendamping Rasulullah ditemukanlah sisir rambut nabi.

Ritual magis ilmu hitam pun dilakukan pada suatu malam oleh Labid bin Aksam. Sebuah lilin dibentuk menjadi seperti boneka kecil menyerupai tubuh manusia. Di dunia sihir, teknik ini fungsinya adalah visualisasi dan representasi tubuh yang akan disihir. Sebuah teknik universal yang sudah jamak dilaksanakan oleh kalangan tukang sihir ilmu hitam di belahan dunia barat dan timur. Boneka lilin itu kemudian diikat dengan sebelas ikatan dan kemudian ditusuk dengan sebelas jarum dan diletakkan di sebuah tempat. 

Maka saat itu Rasullah diiriwayatkan terkena sihir selama 40 hari. Tubuhnya panas dingin dan penuh kesakitan, meskipun tidak sampai membuat tewas sang kekasih Allah ini. Kesadarannya timbul dan kadang tenggelam hingga tidak mampu mengingat siapa dirinya.

Hingga akhirnya, pertolongan Allah SWT datang. DIA mengutus dua malaikat untuk mendatangi Rasulullah dari dua arah. Seorang malaikat datang di arah kepala (A) dan seorang malaikat datang di arah kaki (B). Terjadilah dialog antara dua malaikat sebagaimana yang telah ditulis di awal artikel tadi.

Rasulullah kemudian dibuka kesadarannya oleh dua malaikat tersebut dan terbangun. Si Rasulullah kemudian menyuruh Sayidina Ali, Sayidina Zubir dan Omar bin Yasir untuk pergi ke telaga Zarwan. Di bawah sebuah batu, ditemukan buntalan daun tamar. Di dalam buntalan tersebut terdapat sisir rambut, gigi sisir dan boneka lilin yang diikat sebelas simpul dan sebelas jarum yang ditusukkan. Boneka tersebut kemudian dibawa ke Rasulullah SAW.

Selanjutnya, turunlah dua surat yaitu SURAT AL FALAQ DAN AN NAS. Apabila di baca satu ayat, maka terurailah satu ikatan, sehingga akhirnya semua ikatan gaib di tubuh Rasulullah terlepas. Rasulullah SAW akhirnya terbebaskan dari pengaruh semua sihir. Satu persatu jarum di boneka dicabut sambil membaca satu ayat, hingga akhirnya rasa sakit di seluruh tubuh Rasulullah menghilang.


Diriwayatkan dari ‘Aisyah (R.a) bahwa usai kejadian tersebut pada setiap malam apabila akan tidur, Rasulullah membaca SURAT IKHLAS, SURAT AL FALAQ DAN SURAT AN NAS. Kemudian ditiupkan pada kedua tapak tangan dam disapukan ke seluruh tubuh dan kepala.

Sayidina Ali (RA) memaparkan pernah Rasulullah diggiit kala jengking, kemudian beliau mengambil air garam, dibacakan surah Al Falaq dan An Nas lalu disapukan ke anggota tubuh yang digit kala jengking. Di riwayat lain yang disampaikan oleh Uqbah bin Amir: ketika aku sesat dalam perjalanan bersama dengan Rasulullah ia membaca surah Al Falaq dan An Nas dan aku pun disuruh membacanya.

Itulah sedikit sejarah Rasulullah SAW di masa silam. Sehingga kita juga bisa meneladani perilakunya menyembuhkan berbagai godaan ilmu hitam maupun godaan fisik lain dengan obat mujarab yaitu surah Al Falaq dan An Nas. Dua ayat ini memang terbukti efektif untuk membentengi diri dari kejahatan gaib. Bila dibaca sebanyak 41 kali, selama 3 hari, 5 atau 7 hari berturut-turut maka kejahatan setan dan manusia akan hancur. Bila menghadapi penguasa yang kejam dan lalim, maka kita disarankan membaca surat Al Falaq dan surat An Nas masing-masing sebanyak 100 kali.